Apa itu Ngaji Pasaran? Berikut Penjelasan dan Info Jadwal Pasaran Pesantren Kilat Ramadhan

Ngaji pasaran adalah istilah pengajian yang dikhususkan di bulan ramadhan. Disebut pasaran karena kata pasaran itu sendiri. Pasaran awalnya dari kata pasanan. Berasal dari kata “pasa” yang artinya puasa. Karena berbeda lidah di kalangan pesantren, maka sebutan Ngaji Pasaran lebih familiar.

Adapun pelaksanaan Ngaji pasaran itu sendiri khusus di bulna ramadhan saja. Itu artinya dimana selesai puasanya di bulan ramadhan, selesai pula program ngaji pasaran itu.



Biasanya yang memakai program ngaji pasaran itu di pondok pesantren salafiyah/tradisional Nahdlatul Ulama (NU).


Sistem Ngaji Pasaran


Mengenai sistemnya, sistem ngaji pasaran tidak seperti halnya seperti sistem pengajian pesantren setiap harinya dengan metoda sorogan, hafalan. Melainkan metoda pembelajarannya hanya dengan satu metoda saja. Yaitu dengan metoda bandongan/bandungan (menyimak/mendengarkan).

Dimana seorang Kyai/Ustadz membacakan kajian dalam kitab kuning per kata, kemudian menjelaskan. Sementara para santri hanya menyimak secara seksama dengan memberi syakal dan memberikan makna pada setipa kata/kalimah .

Dalam ngaji pasaran tidak ada istilah tanya jawab. Karena ngaji pasaran biasanya penjelasannya sangat singkat, cepat dan juga padat.

Yang Ngaji Pasaran Tidak Hanya Santri saja


Adapun yang mengikuti ngaji pasaran di bulan ramadhan tidak hanya santri saja, melainkan masyarakat muslim sekitar dan para alumni pun biasanya ikut mengambil berkah mengisi bulan Ramadhan dengan mengagji di pesantren.

Tradisi ngaji pasaran di pondok pesantren ini sudah sejak lama ada di Nusantara tercinta ini. Perkembangan tradisi mengaji kitab kuning menjelang buka puasa misalnya, mulai pesat di syiarkan di pesantren-pesantren sejak abad ke-18.

Kitab kuning/klasik yang ditulis secara langsung oleh ulama terdahulu menjadi rujukan atau literatur wajib di lembaga pendidikan tertua di Indonesia (pesantren).

Kenapa ngaji pasaran menggunakan kitab kuning?

Karena kitab kuning bukan hanya sebagai literatur khas sebagai sumber referensi wajib untuk memahami ilmu agama dan umum yang ditulis langsung oleh ulama terdahulu.

Intinya bahwa ngaji pasaran adalah pengajian umum yang dipandu oleh kyai untuk membahas masalah hukum, sejarah peradaban Islam, Fiqh, Tauhid, Filsafat, dan lain-lain. Kitab yang dibahas langsung dari ulama tersohor di masa lalu. Seperti Kitab: Rohbiyah, Ihya Ulummudin, Zainatul Kaunain, Bulughul Marom, I'anatut Tholibin, Hikam, Bidayatul Bidayah, At Tibyan, Tafsir Al-Hikam, Tafsir Jalalain, Risalatul Ahli Sunnah Wal Jamaah, Syarah Tijan Darori, Qotrul Ghays, dan masih banyak lagi.

Kelebihan dari pondok pesantren dengan lembaga pendidikan Islam lainnya adalah terletak pada tradisi khazanah dimana menggali ilmu pengetahuan dari kitab aslinya. Ini bukti pondok pesantren sangat menjaga tradisi dalam proses belajar mengajar. Kyai mengajarkan secara intensif ilmu agama Islam kepada para santrinya yang menetap di pondok hingga bertahun-tahun, sampai para santri memahami dengan benar dan kompeten.

Metode Pembelajaran di Pondok Pesantren Tradisional


Metode pembelajaran di pesantren ada 2 macam:
1. Metoda Sorogan, yaitu santri membaca atau mengkaji kitab  diperhatikan langsung oleh Kyai
2. Metoda Bandongan atau Bandungan atau memperhatikan penyampaian kiai yang sedang menerangkan kepada santri.

Berikut Info Jadwal Pasaran/Pesantren Kilat di Pondok Pesantren/Madrasah/Ikatan Remaja Masjid:


1. Pondok Pesantren Nurul Musthofa An-Nuroniyah - Kadungora, Garut


2. Pondok Pesantren Al Futuhat -  Leles, Garut


Kitab yang dikaji di Pesantren Kilat Ramadhan di Pondok Pesantren Salafiyah Al Futuhat, meliputi:

  1. Sulam Munajat
  2. Durrotun Nasihin
  3. Kifayatul Atqiya
  4. Daqoiqul AKhbar
  5. Usfuriyah
  6. Irsyadul Ibad
  7. MukhtarolHadist


3. IRAMA Ar Rohim - Tarogong Kaler - Garut


4. Pondok Pesantren Al Mahfudziyyah - Cibinong, Cianjur


Kitab yang dikaji di Pesantren Kilat Ramadhan di Pondok Pesantren Al Mahfudziyyah, meliputi:

  1. Al Qur'an
  2. Tuhfatul AThfal
  3. Jazariyah
  4. Muskilat Hafs
  5. Nihayatul Qoul
  6. Hidayatul Mustafid
  7. Al Mukarror
  8. Nagmah Al Quran

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel