Niat Puasa Senin Kamis Digabung dengan Mengganti Puasa (Qadha Ramadhan)

Niat Puasa Senin Kamis Digabung dengan Mengganti Puasa (Qadha Ramadhan)
puasa senin kamis


Santrimandiri - Niat Puasa Senin Kamis Digabung dengan Mengganti Puasa (Qadha Ramadhan) | Bulan ramadhan telah berlalu, sebagian umat islam juga tidak menyia-yiakan untuk meninggalkan bulan yang mulia ini (Ramadhan) dengan melakukan amalan puasa syawal.

Namun disamping itu biasanya kaum hawa mendapatkan tamu sehingga puasa ramadhannya tidak harus dilaksanakan terlebih dahulu, maka harus diganti dilain waktu.

Pertanyaan kemudian muncul, dengan adanya amalan puasa senin kamis, apakah boleh menggabungkan puasa senin kamis dengan mengganti puasa ramadhan (qadha ramadhan)? Berikut ini penjelasan singkat mengenai hal tersebut dan niat puasa senin kamis digabung dengan puasa qadha ramadhan (mengganti puasa ramadhan).

Penjelasan Niat Puasa Senin Kamis Digabung dengan Mengganti Puasa (Qadha Ramadhan)

Sesuai dengan pertanyaan diatas apakah bisa puasa senin kamis digabung dengan puasa qadha ramadhan (mengganti puasa ramdhan)?

Jawabannya adalah sebaiknya mengqadha segera hutang puasanya, Setelah utang puasa Ramadhannya terbayar, meskipun tidak mengamalkan puasa sunnah senin kamis atau puasa syawal ataupun puasa sunnah lainnya, kamu dinilai mengamalkan sunah puasa Syawal (ataupun puasa sunnah lainnya) meski tidak mendapatkan ganjaran seperti yang disebutkan di dalam sabda Rasulullah SAW.

Referensi:

Syamsuddin Ar-Ramli, Nihayatul Muhtaj, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah


وَقَضِيَّةُ كَلَامِ التَّنْبِيهِ وَكَثِيرِينَ أَنَّ مَنْ لَمْ يَصُمْ رَمَضَانَ لِعُذْرٍ أَوْ سَفَرٍ أَوْ صِبًا أَوْ جُنُونٍ أَوْ كُفْرٍ لَا يُسَنُّ لَهُ صَوْمُ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ . قَالَ أَبُو زُرْعَةَ : وَلَيْسَ كَذَلِكَ : أَيْ بَلْ يُحَصِّلُ أَصْلَ سُنَّةِ الصَّوْمِ وَإِنْ لَمْ يُحَصِّلْ الثَّوَابَ الْمَذْكُورَ لِتَرَتُّبِهِ فِي الْخَبَرِ عَلَى صِيَامِ رَمَضَانَ . وَإِنْ أَفْطَرَ رَمَضَانَ تَعَدِّيًا حَرُمَ عَلَيْهِ صَوْمُهَا. وَقَضِيَّةُ قَوْلِ الْمَحَامِلِيِّ تَبَعًا لِشَيْخِهِ الْجُرْجَانِيِّ ( يُكْرَهُ لِمَنْ عَلَيْهِ قَضَاءُ رَمَضَانَ أَنْ يَتَطَوَّعَ بِالصَّوْمِ كَرَاهَةُ صَوْمِهَا لِمَنْ أَفْطَرَهُ بِعُذْرٍ

Niat Puasa Senin Kamis

Bacaan Niat Puasa Senin


نَوَيْتُ   صَوْمَ     يَوْمَ  اْلاِثْنَيْنِ   سُنَّةً   للهِ   تَعَالَى

NAWAITU SAUMA YAUMAL ITSNAINI SUNNATAN LILLAHI TANA’ALA

Artinya : "Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta’ala".


Bacaan Niat Puasa Kamis


نَوَيْتُ   صَوْمَ    يَوْمَ   الْخَمِيْسِ   سُنَّةً   للهِ    تَعَالَى

NAWAITU SAUMA YAUMAL KHOMIISI SUNNATAN LILLAHI TAA’ALA

Artinya : "Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta’ala".

Niat Puasa Qadha Ramadhan (Mengganti Puasa Ramadhan)


نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى 
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.


Artinya, “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”


puasa

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel