√ Bagaimana Supaya Dicintai Nabi Muhammad SAW

Bulan Maulud Telah tiba, saatnya kita berbangga dan bersyukur. Karena pada tanggal 12 Rabbiul Awwal Tahun Gajah, Makhluk termulia Rasulullah shalallhu 'alaihi w sallam dilahirkan. Khutbah pilihan ini sangat tepat untuk disampaikan oleh Khotib Jum'at

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لله الَذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَهَدَانَا إلَى صِرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ صِرَاطِ الَذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَاالضَالِّيْنَ اَشْهَدُ اَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ اَلْمَالِكُ الْحقُّ الْمُبِيْنُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًارَسُوْلُ الله صَادِقُ الْوَعْدِ الْاَمِيْنِ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا محمدٍ فِى الْاَوَّلِيْنَ وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا محمدٍ فِى اْلاَخِرِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ فَيَا اَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوااللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ وَاَخْلِصُوْا لَهُ الْعِبَادَةَ فَقَدْ اَفْلَحَ مَنْ اَخْلَصَ اَعْمَالَهُ لِهَِّى
قال الله تعالى : قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ. اللَّهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ. وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Hadirin jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh,

Pada kesempatan kali ini, marilah kita perkuat keimanan dan ketakwaan kita untuk Allah ﷻ dengan iman dan takwa yang sebenar-benarnya. Berusaha keras mengemban semua perintah Allah dan menjauhi seluruh yang dilarang. 

Hadirin, as’adakumullâh...

Memasuki bulan Rabi’ul Awal di tahun ini, marilah kita menilik peristiwa urgen kelahiran insan sempurna opsi Allah sebagai rahmat untuk seluruh alam, yaitu Nabi Muhammad ﷺ. Mengingat dalam makna mempelajari sejarah perjuangannya dalam mendakwahkan agama Islam, meneladani kebaikan-kebaikan akhlaknya, dan mengekor sunnah-sunnah serta menggandakan bacaan shalawat atasnya. Agar kita seluruh termasuk orang-orang yang selalu menyukai dan disukai oleh rasulillah ﷺ dan bakal mendapatkan syafaatnya di dunia hingga di akhirat kelak. Maka dari tersebut pada peluang ini khatib mengusung tema “Agar Dapat Mencintai dan Dicintai Rasulullah ﷺ.”

Ma’asyiral muslminin wazumratal mu’minin hafidhakumullâh....

Bulan ini ialah bulan yang paling mulia. Bulan di mana lahir insan pilihan Allah sebagai duta di muka bumi, yaitu Muhammad bin Abdillah. Beliau tidak saja diutus guna kalangan bangsa Arab saja, tetapi seluruh insan bahkan alam semesta. Sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur’an Surat as-Saba’ ayat 28:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ 

Artinya: “Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan untuk umat insan seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi banyak sekali manusia tiada mengetahui.” (QS. As-Saba’[34]: 28).

Prof KH Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah, (2002: 519) memandang ayat ini mempunyai empat urusan pokok yang mesti dimengerti, yakni adanya duta Allah dalam urusan ini Rasulullah Muhammad ﷺ, terdapat yang mengutus yaitu Allah ﷻ., yang diutus untuk mereka seluruhnya yaitu alam, dan risalah, yakni rahmat yang mempunyai sifat luas. Menurutya bahwa Rasulullah Muhammad ﷺ bukan sekadar membawa rahmat untuk seluruh alam namun malah kepribadian beliau lah yang menjadi rahmat. Begitu mulianya sifat Rasulullah Muhammad sampai-sampai Allah melafalkan dengan pujian yang paling agung.

Kemuliaan sifat Rasulullah terlukis dalam teknik beliau berdakwah. Sehingga Islam dikenal sebagai agama yang mengajarkan untuk kemaslahatan dunia dan akhirat. Usman Abu Bakar dalam bukunya Paradigma dan Epistimologi Pendidikan Islam (2013: 65) mengetahui pengertian rahmat pada diri Rasul ialah ajaran mengenai persamaan, persatuan dan keagungan umat manusia, hubungan sesama manusia, hubungan sesama pemeluk agama, dan hubungan antar agama. 

Rasulullah mengajarkan guna saling menghargai, saling menolong, mengawal persaudaraan, perdamaian, dan sebagaianya. Lebih dari itu, Rasulullah pun mengajarkan etika terhadap binatang. Sehingga dalam mengerjakan sembelihan hewan pun diajarkan cara-cara yang maslahat dan tidak menyakiti binatang. 

Sidang Jumat hafidhakumullâh....

Sebagaimana telah diterangkan bahwa visi edukasi Rasulullah ialah terciptanya kedamaian dan keselamatan dunia dan akhirat. Sepantasnya sebagai umatnya kita seluruh kaum muslimin bersyukur atas diutusnya Rasulullah dan senantiasa menyukai beliau dengan sepenuh hati, dengan kerinduan yang sebenar-benarnya.

Walaupun tidak terdapat aturan yang menjelaskan teknik mencintai rasul secara khusus, namun kerinduan terhadap Rasulullah dapat diperlihatkan dengan sejumlah hal, di antaranya dengan memperbanyak menyimak shalawat. Sebagaimana diperintahkan dalam Al-Qur’an surah al-Ahzab ayat 56,

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا 

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikata-malaikat-Nya bershalawat guna Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah anda untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab[33]: 56).

Amin Syukur dalam bukunya Terapi Hati (2012: 123) menjelsakan semua sahabat Rasulullah telah memperlihatkan kecintaanya terhadap Rasulullah secara nyata. 

Pertama, Ali Bin Abi Thalib menggantikan menggantikan ٌasulullah ketika pengepungan oleh kaum Quraisy pada ketika Rasulullah berkeinginan hijrah. 

Kedua, sehubungan dengan peristiwa Isra Mi’raj. Ketika tidak terdapat satupun orang yang percaya untuk rasulullah sudah diisra mi’rajkan, Abu Bakar Ash-Shidiq lah orang yang kesatu kali mempercayai akan kebenaran tersebut. Ketiga, Umar Bin Khattab tidak rela Rasulullah dikabarkan sudah meninggal, sampai-sampai siapapun yang berani menuliskan berita tersebut akan dipenggal kepalanya oleh beliau. Keempat, Umu Sulaym mengoleksi keringat Rasulullah dan diabadikan. 

Selain menggandakan bacaan shalawat, teknik kita menyukai Rasulullah ialah dengan mengekor sunnah-sunnahnya. Baik berupa perkataan, tindakan maupun segala kelaziman sikap Rasulullah. dengan jalan menggandakan bershalawat dan mengekor sunnah-sunnah rasullah semoga kita seluruh menjadi orang-orang yang dicinta oleh Rasulullah.

Dikisahkan dalam buku Nashaihul Ibad karya Imam Nawawi, Syekh Syibli mengunjungi Ibn Mujahid, secara sepontan Ibn Mujahid merangkul dan menghirup kening Syekh Syibli. Syekh Syibli juga bertanya mengenai hal itu. Syaikh Mujahid mengisahkan bahwa ia pernah memiliki mimpi dan menyaksikan Rasulullah menghirup kening Syaikh Syibli. 

Dalam mimpinya Ibn Mujahid bertanya untuk Rasulullah, urusan apa yang mengakibatkan Rasulullah begitu menyukai Syekh Syibli. Rasulullah membalas bahwa Syaikh Syibli selalu menyimak dua ayat terakhir Surat at-Taubah dan shalawat setiap berlalu shalat fardhu.

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ. فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ 

Dan menyimak shalawat 

صَلَّى اللهُ عَلَيْكَ يَا مُحَمَّد

Kemudian Ibn Mujahid menanyakan akan urusan tersebut terhadap syaikh syibli dan ternyata syaikh syibli selalu melaksanakan apa yang dikisahkan rasullah dalam mimpi Ibn Mujahid.

Melihat cerita tersebut, tidak saja berapa tidak sedikit shalawat yang dibaca, tetapi konsisten, terus menerus dan kerinduan sebenar-benarnya untuk Rasulullah.lah yang bisa menjadikan kita seluruh dikenal oleh Rasulullah dan bakal mendapatkan cintanya. 

Semoga kita seluruh termasuk orang-orang yang tidak jarang kali bershalawat dan menjalankan sunnah Rasulullah sebagai bukti cinta kita. Dan kita seluruh akan menemukan cinta dan syafaat dari beliau Rasulullah Muhammad ﷺ, amiin ya Rabbal ‘alamin. 


Khutbah II


اَلْحَمْدُ لله حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَ كَفَرَ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ وَ حَبِيْبُهُ وَ خَلِيْلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَ سَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ الله اِتَّقُوْا الله وَاعْلَمُوْا اَنَّ الله يُحِبُّ مَكَارِمَ الْأُمُوْرِ وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ.قال الله تعالى فى القران الكريم اعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ وَ بَارَكْتَ عَلَى سيدنا اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى اَلِ سيدنا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِيَ الْحَاجَاتِ. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْلَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ اَمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا. رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ الله! اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنْكَرِ وَ الْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا الله الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَ لَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ وَ اللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ .

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel